Minggu, 11 Agustus 2013

Sudut Pandang yang Terlambat : Sebuah Rancangan Storyscript

DI SETEL LAGUNYA YAK


 

Siang di hari Minggu.

Bola matahari tepat di atas jengkal kepala. Sang mega hanyalah tampak putih mencolok, pun tak kuasa mata memandang silau luasnya angkasa. Jalan raya protokol Jakarta yang selalu macet. Mereka para penduduk yang didominasi penggila kerja, hanyalah diberi kesempatan Minggu untuk jalan- jalan ‘santai’ bersama keluarga. Setidaknya suara- suara merdu klakson mobil motor menambah kesan jalan- jalan santai keluarga di minggu yang cerah.

Selasa, 02 Juli 2013

Inspirasi Pulau Kata- Kata

Inspirasi Pulau Kata- Kata
(File Lawas)

 
Koran Compas
Tak banyak yang bisa aku ungkapkan dalam memukadimahi tulisan diary hari ini. Saya juga bukanlah orang yang kaya akan retorika dan argumentasi. Hanya saja terdapat pelajaran yang ingin aku lakukan pada hari ini dan selanjutnya, bagaimana menjadi seseorang yang terus belajar. Bukan menunjukan sesuatu yang hebat bila seseorang mau belajar, akan tetapi belajar adalah suatu alat supaya setiap insan bisa survive menghadapi masalahnya.


Kamis, 20 Juni 2013

Move On : Jalan Setapak Rumput Padang Golf


Move On : Jalan Setapak Rumput Padang Golf



Move on merupakan ungkapan yang tepat untuk menunjukan sebuah sikap yang meninggalkan masa lalu yang kelam, ke masa depan yang lebih cerah. Move on selalu menempel di kehidupan kita karena move on seperti takdir yang ada dan kita jalani. Move on layaknya roda yang terus berputar. Terkadang putarannya memenangkan kita di atas, namun kadang menjatuhkan kita di nadir terbawah. Ketika kita berada di titik terbawah, move on takdir laksana bisikan alam yang mendorong kita untuk menggerakan roda kehidupan kita ke titik atas. Peluh, letih dan sakit kita rasakan selama kita mendorong titik kita untuk memutarnya ke atas. Namun, begitulah hidup. Proses peluh, letih dan sakit yang kita jalani merupakan modal kisah yang dapat menjadi petuah berguna bagi orang lain saat kita berhasil di titik teratas. Hidup ini menjadi menarik ketika kita diuji di titik roda terendah, memuliakan kita saat mencapai sukses di titik roda teratas, dan menorehkan kisah perjuangan yang bermakna saat kebangkitan kita dari titik terendah menuju teratas.

Senin, 10 Juni 2013

LalerMan and The Black Princess : Part 3

Manusia Lalat dan The Black Princess
Part 3 : Manusia Lalat VS The Master of 4lay Army




Gerbang hitam itu terbuka..NGOOEEK..

Ajo, Sang Manusia Lalat itu harus bangkit untuk misi berikutnya. Misi yang tentunya lebih berat, lebih menantang dan Ajo tak tahu bahaya apa yang akan menimpanya. Tubuhnya roboh terkelungkup setelah memenangkan pertempuran yang sengit. Namun misinya belum usai sehingga ia harus segera bangkit untuk menuju kemenangan yang sesungguhnya. Kedua tangannya ditekuk berpijak untuk mengangkat badannya. Badannya secara susah payah mulai terangkat dan kaki- kakinya mulai digerakan untuk berdiri. Ajo, terus berusaha mengangkat badannya. Kaki kirinya sudah berpijak disusul kaki kanannya. Hingga kedua kaki- kakinya sudah sigap berkuda- kuda, ditegakkan badannya dan berdirilah ia dengan pasti. “Tunggu level 3, akan ku kunjungi kamu!”